Tausiyah Ramadhan Edisi 27 juli

 Materi Ramadhan

MENJAGA INTENSITAS IBADAH SEBELUM DAN SESUDAH RAMADHAN
Oleh;www.nasihatislam.com@ikhwan_bahar

Ramadan adalah sekolah ibadah dan  ukhuwah yang paling ideal. Rasulullah sebagai qudwah kita adalah seorang yang sangat pemurah terhadap sesama dan lebih sangat pemurah disaat-saat Ramadan. Rasulullah ingin mengajarkan kepada kita bahwa sebaik-baik manusia adalah orang yang bisa memberikan yang terbaik kepada orang lain, sehingga kita ummatnya juga di tuntut untuk selalu menjadga volume dan intensitas ibadah baik sebelum dan sesudah ramadah.

Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan dalam rangka menjaga kesinambungan pelaksanaan ibadah:
1. Menetapkan target.
Target disini sebaiknya bukan hanya target secara garis besar, akan tetapi dibagi untuk waktu yang lebih singkat seperti target harian atau mingguan atau per-10 harian. Dengan menetapkan target, kita dapat menjadwalkan diri kita, hari ini tugas kita adalah a, b, c dan seterusnya.
2. Mengevaluasi hasil ibadah kita.
Dengan target yang telah kita tentukan kita perlu mengevaluasikan ibadah yang sudah dilalui. Bila kita dapat mencapai target kita bersyukur kepada Allah dan juga tak lupa berikan hadiah untuk diri sendiri, dapat berupa pujian atau hal lain, agar diri kita pun terpacu mengejar target selanjutnya. Begitu pula sebaliknya, bila target tidak terpenuhi, kita evaluasi apakah kendala kita dalam mencapai target tersebut.


Ada beberapa nilai ataupun amaliah Ramadhan yang seharusnya tetap kita jaga
untuk kesinambungan gerak amal kita pasca berlalunya bulan ini, diantaranya:
a. Muraqabatullah (Pengawasan Allah).
Kita sebagai umat muslim khususnya, harus senantiasa merasa berada dalam
pengawasan Allah Swt.. Perasaan seperti ini akan sangat membantu untuk tetap
berpegang teguh dengan rambu-rambu Allah. Selain itu, muraqabatullah
merupakan pilar utama menuju keikhlasan amal dan ghirah untuk melakukan
apapun demi mencapai keridhaan-Nya. Puasa telah mendidik kita untuk selalu dalam muraqabatullah. Jika kita perhatikan, puasa menuntut kita untuk jujur dan mengikhlaskan semua amal hanya karena Allah.
b. Amanah Terhadap Nikmat Allah Swt.
Amanah merupakan salah satu ciri keimanan hakiki. Sebagai Umat muslim, kita harus menjaga amanah yang telah di berikan Allah kepada kita, tentunya dengan semampu kita. Amanah merupakan refleksi dari rasa syukur terhadap nikmat yang diberikan Allah. Deretan karunia Allah yang melekat di tubuh ini, hakikatnya hanyalah titipan Allah semata.
c. Menyambung Silaturrahim
Tidak akan berdiri sebuah bangunan kokoh menjulang tanpa ada kesatuan dari unsur bahan-bahan bangunan itu. Begitulah perumpamaan diri kita. Tidak ada kesuksesan yang mampu dirajut dalam kesendirian. Demikian juga halnya kita sebagai muslim dan muslimah, seperti bangunan tadi, kita tidak akan bisa berdiri sendiri untuk memajukan diri dan agama dan bangsa yang telah mendapatkan pemimpin baru ini. Perlu ada kesatuan gerak yang berkesinambungan. Perlu ada jalinan ukhuwah yang erat antara sesama kita.Penting kita ingat, bahwa eratnya jalinan persaudaraan tidak akan terbina tanpa kita mau menjaga nilai-nilai dan adab muamalah sesuai dengan tuntunan agama kita. Jika kita mampu menjaganya,yakinlah, insya Allah kita mampu membangun diri lebih maju untuk kejayaan Islam di muka bumi ini.

d. Selalu Bersama Al-Quran
Bila di bulan suci Ramadan kita dengan semangat tinggi membiasakan tilawah ayat-ayat suci Al-Quran, kini apa yang terjadi setelah Ramadan berlalu? Ternyata berbagai kesibukan telah menyita waktu kita, keseharian kita sibuk dengan Dunia Pekerjaan, study, organisasi, rumah tangga, dan sebagainya. Tanpa kita sadari semua itu telah merebut perhatian kita dari Al-Quran. Seharusnya membaca Al-Quran menjadi kebutuhan vital kita tanpa mengenyampingkan kewajiban-kewajiban lainnya.
e. Menahan Nafsu
Nafsu merupakan fitrah yang tidak bisa dipisahkan dari hakikat manusia. Manusia
bukanlah malaikat yang terbebas dari kungkungan syahwat. Seperti yang kita ketahui, nafsu mengarah pada keburukan. Allah Swt. berfirman: ”Sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan” (QS.Yusuf:53) .
Akan tetapi, bila nafsu diarahkan sesuai tuntutan Al-Quran dan sunnah, maka ketenangan jiwa yang hakiki akan selalu mendampingi kita. Mangapa kita lebih mampu menahan pandangan, menjaga lidah, menghindari ghibah,perkataan bohong saling mengejek serta tuntutan-tuntutan nafsu lainnya di bulan Ramadan?
3. Memberi suplemen semangat.
Suplemen semangat disini bisa kita dapat dengan mengkomunikasikan ibadah yang sedang kita lakukan kepada pasangan atau kepada anak-anak, keluarga, juga pada teman kita. Kepada pasangan kita sampaikan pujian, Kepada anak, kita bisa janjikan kepada mereka hadiah bila mereka dapat mencapai target mereka. Dan yang paling besar perannya adalah melakukan ibadah ini bersama-sama. Dengan melakukan ibadah bersama-sama kita bisa saling menyemangati sehingga terpacu melakukan ibadah-ibadah lainnya. Selamat diul fitri dari penulis,TAQABBALLAHU MINNA WAMINKUM.

Jangan Lupa Komentarnya,Syukron
Download Aplikasi NASIHAT ISLAM di Android: android-download-button

Author: