Tausiyah Ramadhan Edisi 26 juli

 Materi Ramadhan

“SE;AMAT JALAN” RAMADHAN
Oleh;www.nasihatislam.com@ikhwan_bahar

Tak terasa Ramadhan telah berlalu . Alhamdulillah kita diberi nikmat dapat berjumpa dengan bulan penuh berkah, yaitu bulan Ramadhan. Di bulan Ramadhan yang penuh berkah tersebut, Allah melipatkan pahala dibanding dengan pahala ibadah yang sama diluar bulan Ramadhan. Ramadhan adalah bulan yang selalu disambut dengan berbagai ekspresi cinta di seluruh pelosok negeri muslim. Namun sayang, kebanyakan kita hanya mampu mencintainya sesaat saja. Ramadhan berakhir maka berkhir pula semangat ke masjid,semangat Tarwih,semangat mengaji dan sebagainya, aataukah kita justru gembira dengan berlalunya ramadhan yang penuh kekangan nafsu hewani dan berucap “selamat jalan”Ramadhan.

Ungkapan di atas mungkin ada benarnya jika kita melihat kenyataan sebagian saudara muslim kita,setelah Ramadhan berakhir kita kembali ke kebiasaan kita sebelum Ramadhan tanpa ada peningkatan ibadah. Hal yang seperti ini perlu kita waspadai dan hindari. untuk itulah kita harus pandai mensiasati diri, supaya kita dapat menjadi hamba Allah yang dapat mempertahankan bahkan meningkat kualitas ibadahnya setelah Ramadhan. Setiap kita tentu telah amat paham betapa amal yang paling disukai Allah Swt adalah aktivitas kebaikan yang kita lakukan secara kontinyu dan berkesinambungan.
Prinsip menjaga kesinambungan amal adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam rangkaian ibadah dalam Islam, bahkan ia menjadi satu ruh yang menjiwai amalan tersebut berkwalitas atau tidak. Nabi Shallallahu’ alaihiwasallam pernah ditanya: “Apakah amalan yang paling dicintai Allah? Beliau menjawab: “Amalan yang dilaksanakan secara berkesinambungan (kontinyu) walaupun sedikit” (HR. Bukhari).
Aisyah Ummul Mukminin menjelaskan bahwa Rasulullah adalah orang yang paling konsisten dalam melakukan amalan/ibadah (HR.Muslim).

Akan tetapi sebagai individu, manusia mempunyai hati, yang kondisinya berubah-ubah setiap saat. Ada kalanya hati sedang ingin berlomba-lomba untuk beribadah kepada Allah, namun ada kalanya juga hati ini ingin bersantai-santai dalam beribadah. Untuk itu kita harus pandai-pandai menjaga hati kita agar amal ibadah yang kita lakukan akan berlanjut secara berkesinambungan. Mari melestarikan ibadah ramadhan selama sebelas bulan diluar bulan suci ramadhan.

Wahai Ramadhan..
Semoga Tahun yang akan datang
Kita dipertemukan kembali
Untuk merangkai kisah cinta dan prestasi yang lebih baik dan baik lagi..
Biarkanlah kau tetap terpatri dalam hati ini..
Iringi di setiap langkah hidup mengisi waktu..

Selamat tinggal Ramadhan

Selamat bertemu kembali Tamu Allah..
Aku akan selalu merindukanmu wahai Ramadhan…
Disini.
Di tempat yang sederhana ini..

Selamat berjumpa lagi Ramadhan..

Selamat datang hari Kemenangan…
Detik detik hari kemenangan
Tidak akan lama lagi  tiba..
Aku ucapkan Mohon Maaf Lahir Bathin
Taqabbalallaahu minna wa mingkum..
Taqabbal yaa kariim… 


Jangan Lupa Komentarnya,Syukron
Download Aplikasi NASIHAT ISLAM di Android: android-download-button

Author: