Tausiyah Ramadhan Edisi 25 Juli

 Materi Ramadhan

DETIK-DETIK TERAKHIR RAMADHAN
Oleh;www.nasihatislam.com@ikhwan_bahar

Menoleh lagi kebelakang, beberapa waktu sebelum kita berada di bulan suci ini, saat semangat beribadah,, begitu meninggi,,, kala persiapan rangkaian ibadah kita buat sepadat mungkin,, seakan tak ada jeda untuk melalaikanya sedikitpun, seakan inilah bulan yang begitu penuh dengan limpahan aktifitas guna peningkatan ibadah kita.
Saat awal ramadhan,,, selalu ada kidung indah yang terlantun,, dimana setiap lantunan ayat suci terdengar bergulir indah seakan tanpa lelah,,, masjid-masjid yang begitu penuh di isi  dengan rangkaian ibadah wajib dan sunnah,,, tak ada waktu dhuha yang terlewat,,, tak ada waktu sahur terlewat  tanpa iringan ibadah malam,,, sedekah yang menjadi penyucian harta kita,,, menghiasi setiap penghasilan kita,, saling berlomba untuk memberi,,, seakan semangat sekali menghantarkan kebaikan demi kebaikan tergores dalam setiap ruang hidup kita untuk menggapai kemuliaan ramadhan,tentu saja bisa di raih dengan kesungguhan ibadah
Para sahabat menggambarkan kesungguhan ibadah Nabi Saw di akhir ramadhan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim) Aisyah Ra mengatakan;Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau dari berjima’), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari)
Saat menjelang pertengahan ramadhan,saat setengah dari ramadhan ini sudah dilewati,,, masih adakah semaangat ibadah itu menghiasi setiap gerak kita masihkah kita mengalunkan kidung surat cintaNya  dengan penuh semnagat,,, atau semangat kita telah berganti dengan cerianya kita menyambut hari raya,,,

Lebih dari separuh perjalanan ramadhan ini,, di saat ini,,, sejenak kita berfikir ,, sejenak merenungi,, bagaimana kondii ruhiyah kita saat ramadhan di hari-hari yang terlewati,, adakah rutinitas kita hanya sebagai seorang yang mendengar,, mendengar dan mendengar saja tentang balasan kebaikan di bulan ramadhan,, tapi kita tak bisa rasakan dengan hati kita,, betapa indahnya ,, betapa kasihnya allah membarikan kesempatan kita untuk bertemu dengan Ramadhan saat ini,,,  betapa tak bersyukurnya kita masih diberikan dengan kesempatan menikmtai limpahan pahala yang begitu allah mudahkan

Mari menghidupkan malam-malam terkhir ramadhan dengan ibadah yang sungguh-sungguh, menghidupkan malam lailatu qadr dengan ibdaha waji dan sunnah. Adapun yang dimaksudkan dengan menghidupkan lailatul qadar adalah menghidupkan mayoritas malam dengan ibadah dan tidak mesti seluruh malam. Bahkan Imam Asy Syafi’i dalam pendapat yang dulu mengatakan, “Barangsiapa yang mengerjakan shalat Isya’ dan shalat Shubuh di malam qadar, ia berarti telah dinilai menghidupkan malam tersebut”. (Latho-if Al Ma’arif, hal. 329). Menghidupkan malam lailatul qadar pun bukan hanya dengan shalat, bisa pula dengan dzikir dan tilawah Al Qur’an (‘Aunul Ma’bud, 4/176). Namun amalan shalat lebih utama dari amalan lainnya di malam lailatul qadar berdasarkan hadits, “Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari)semoga dengan berkhirnya ramadhan,berkhir pula dosa-dosa kita dengan beroleh ampunanNya.

Jangan Lupa Komentarnya,Syukron
Download Aplikasi NASIHAT ISLAM di Android: android-download-button

Author: